Tanggung Jawab Sosial Terhadap Konsumen dan Lingkungan dalam Wirausaha/Perusahaan Besar/Kecil

Wirausaha dalam dunia pertamanan dilirik dapat memiliki kesempatan emas dimata pebisnis. Indonesia yang dulu terasa sejuk dengan keberadaan tanaman dan pepohonan yang lebat sekarang terasa berbeda sekali dengan keberadaan mereka yang hilang secara illegal. Untuk itu keperluan penanaman pohon dan tanaman kembali sangat diperlukan saat ini. Kehadiran wirausaha dalam bidang pertamanan inilah menjadi peluang emas yang bisa diandalkan sekaligus dapat bermanfaat bagi lingkungan di Indonesia. Jelas dengan bertingkatnya pendapatan wirausaha dalam pertamanan terlihat juga pada keberadaan tanaman dan pohon yang ditanam disekitar lingkungan si konsumen. Hal tersebut bagai pepatah, “sekali mendayung, dua tiga pulau terlewati” bagi wirausaha mendapatkan keuntungan dan lingkungan pun mendapatkan penghijauan kembali. Secara tidak langsung, kegiatan yang dilakukan tersebut telah menjalankan kewajiban dan tanggung jawab sosial terhadap lingkungan global dalam mengurangi pemanasan global yang kian marak.

Global

Global

Dalam dunia kewirausahaan kadang terhiraukan oleh produsen. Hanya dengan memodalkan niat untuk mendapat keuntungan kadang mereka melepas tanggung jawab sosialnya bagi lingkungan dan konsumen. Misalnya, wirausaha dalam bidang industri, terkadang pembuangan limbah dilakukan secara ilegal ke tempat yang seharusnya menjadi lingkungan yang perlu dijaga kebersihannya seperti sungai. Tindakan tersebut lah yang menjadi efek negatif terkadang dalam wirausaha dalam bidang industri. Maka pandai-pandailah para produsen dalam mengatur kegiatan kewirausahaannya agar tidak menimbulkan respon yang negatif atas tanggung jawab sosial terhadap lingkungan yang diacuhkan.